Saul Rante Lembang, ST, MM: Rumah Adat Tongkonan ‘Kaki Seribu’ Icon Destinasi Wisata Baru di Manokwari Papua

0
18
Foto Tongkonan yang akan diresmikan di 'Rara'. Foto.Dok (Albert).
Foto Tongkonan yang akan diresmikan di 'Rara'. Foto.Dok (Albert).

VOISNEWS.COM, MANOKWARI – Ratusan masyarakat Manokwari memadati pelataran halaman rumah adat Tongkonan dan rumah adat kaki seribu, Jum’at (6/5/2022).

Meski belum diresmikan ,namun nampak disore hari ramai dikunjungi. Pelataran rumah adat terus dikunjungi oleh warga masyarakat Manokwari Papua Barat .

Ketua Panitia pembangunan sekaligus Ketua Panitia syukuran ‘mangrara’ Tongkonan, Saul Rante Lembang, ST, MM, saat di temui dilokasi, Kamis (5/5), mengatakan kunjungan oleh masyarakat dari hari pertama hingga hari ini.

Saul menjelaskan lebih lanjut bahwa ini sudah hari ke lima masih dipadati para pengunjung sejak hari libur (lebaran) dari tanggal dua sampai tanggal lima hari ini. saya kira Kami sangat berbahagia atas kunjungan warga dari berbagai daerah.

“Kami masyarakat Toraja yang ada di kabupaten Manokwari, merasakan dengan berdirinya rumah adat Tongkonan dan rumah adat kaki seribu ini sangat ramai dikunjungi masyarakat yang bukan dari Toraja yang berbondong-bondong bahkan ribuan orang yang datang untuk melihat dari dekat rumah Toraja dan Lumbung serta Rumah adat ‘Kaki Seribu’,” kata Saul Rante Lembang.

Lanjut kata Saul, harapan kami dari masyarakat Toraja, bahwa kedepan ini menjadi salahsatu icon destinasi wisata yang baru di Kabupate Manokwari khususnya di kota Manokwari. Yang merupakan suatu promosi juga bahwa inilah rumah Toraja yang ada di kabupaten Manokwari. Tentunya ini belum lengkap adat istiadat, jika ada wisatawan datang kesini akan menjadi suatu daya tarik untuk melihat lebih jauh lagi keunikan dan budaya Toraja sehingga bisa terbang ke Toraja.

“Kami juga promosikan di Toraja sudah ada Bandara Toraja Buntu Kuni’, bahwa intinya kalau mau ke Toraja tidak susah, tinggal ambil tiket terbang ke Toraja dari Makassar lanjut ke Toraja,” ungkapnya .

Saul juga mengajak warga untuk menjaga rumah adat ini karena rumah adat ini menjadi milik kita bersama bukan hanya milik masyarakat Toraja.

“Harapan kami bahwa marilah kita menjaga bangunan ini supaya menjadi milik kita bersama, bukan hanya milik orang Toraja tetapi milik semua masyarakat yang tinggal di kota injil kota Manokwari ini,” harap ketua panitia ini.

Nampak di lokasi para pekerja terus bekerja menyelesaikan pekerjannya mulai dari pintu gapura masuk ke lokasi dan lainnya.

Terkait hal itu, Saul menceritakan, kami dari panitia pembangunan dan panitia syukuran ‘Mangrara’ lagi merampungkan gapura pintu utama pintu masuk yang sudah dikerjakan kurang lebih empat hari. Jika Tuhan berkenan kami perkirakan akan selesai paling lambat tanggal 7 pagi sudah rampung sebelum acara ma’ balapampang tanggal 7 Mei 2022, jam empat sore.

“Terkait Kamar mandi (Toilet umum) untuk VIP juga tinggal pengerjaan bagian depan, tinggal sekat bagian depan yang belum rampung. Kalau masalah pemondokan, masalah air bersih dan kelistrikan (elektrikal) juga sound steam juga telah oke semua,” pungkas Anggota DPRD Provinsi Papua Barat dua periode ini.

Acara peresmian rumah adat Tongkonan dan rumah adat kaki seribu dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 7- 9 Mei 2022, bakal hadir Gubernur Papua Barat, Bupati Manokwari, Ketua DPRD Provinsi Manokwari beserta Anggota, Ketua DPRD Kabupaten Manokwari dan Anggota, Pangdam, Kapolda Papua Barat, Ketum PMTI Mayjen TNI (Purn) Yulius S. Lumbaa, Sekjen PMTI Dating Palembangan, Anggota DPR RI Eva Stevany Rataba, Bupati Toraja Utara ,Ketua DPRD Toraja Utara beserta Anggota, Ketum BPS Gereja Toraja Alfred Anggui dan para Ketua IKT se Papua .(albert/Arlin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here